Menurut Dr. dr. Julita Lea Lestari, MBA, ACAS, CAPT, SAP-K, CH., CHt., Founder & Clinical Director AKARI Autism Center, pertanyaan yang paling sering beliau dengar saat sesi konsultasi adalah, “Dok, terapi apa yang paling bagus untuk anak saya?” Namun, sebelum menentukan terapi, ada satu hal yang menurut beliau jauh lebih penting, yaitu memahami siapa anak kita sebenarnya.
Di AKARI Autism Center, kami percaya bahwa setiap anak memiliki karakter, cara belajar, kemampuan berkomunikasi, dan potensi yang berbeda. Karena itu, kami tidak terburu-buru menentukan solusi. Kami memulai dengan mengenal anak secara menyeluruh agar setiap program yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhannya.
Memahami anak berarti mengenali bagaimana ia belajar, bagaimana ia berkomunikasi, bagaimana ia merasakan lingkungan di sekitarnya, serta apa saja kekuatan dan tantangan yang dimilikinya. Dari sinilah program intervensi dapat disusun secara lebih tepat, efektif, dan bermakna.
Setiap anak memiliki perjalanan perkembangan yang unik. Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua anak. Oleh sebab itu, proses observasi, asesmen, dan pemahaman terhadap kondisi anak menjadi fondasi utama sebelum menentukan langkah berikutnya.
Pada akhirnya, menurut Dr. Julita Lea, tujuan pendampingan bukan hanya membantu anak berkembang, tetapi juga membantu orang tua memahami buah hatinya dengan lebih baik. Ketika orang tua mulai memahami anaknya, setiap keputusan yang diambil akan menjadi lebih terarah, sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berjalan secara optimal.
Karena perkembangan terbaik selalu dimulai dari satu langkah sederhana: memahami anak terlebih dahulu.
Ditulis oleh:
Dr. dr. Julita Lea Lestari, MBA, ACAS, CAPT, SAP-K, CH., CHt.
Founder & Clinical Director AKARI Anugerah Kasih Lestari Autism Center
Treat the Child, Not the Diagnosis.

